Selasa, 30 Agustus 2016

BUKU TENTANG KELENTENG TIAO KAK SIE DI CIREBON

BUKU TENTANG KELENTENG TIAO KAK SIE DI CIREBON.
.
Ivan Taniputera.
30 Agustus 2016
.

.
Judul: Kelenting Koan Iem “Tiao-Kak-Sie” di Tjirebon.
(Di keloearkan oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen).
Penulis: J.L. J.F. Ezerman, disalin oleh S. M. Latif.
Penerbit: Drukkerij Volkslectuur, Weltevreden, 1922.
Jumlah halaman: 57.
.
Buku ini membahas mengenai seluk beluk Kelenteng Tiao Kak Sie di Cirebon. Berikut ini adalah uraian mengenai waktu dibangunnya kelenteng:
.
“Sjahdan maka tidaklah ada soerat-soerat atau tjerita-tjerita jang mengabarkan waktoe kelenting itoe dibangoenkan. Tahoen jang terlama tertoelis didalamnja jaitoe tahoen 1658. Tahoen itu tertoelis pada doea boeah papan ketjil “paai” namanja, jang berisi pepatah atau peri basa pendek-pendek akan djadi kehormatan bagi dewa-dewa. Biasanja pada “paai “ itoe tertoelis disebelah kiri dibawah nama orang jang memberikan dan sebelah kanan tahoen pemberian itoe. “Paai” jang hamba seboetkan diatas itoe letaknja sekarang didinding belakang dan diatas tempat poedjaan sebelah roesoek,..........
Pada tahoen 1658 roepanja telah adalah kelenting itoe, tetapi waktoe orang mendirikannja tiadalah terseboet dimana-mana. Hanja jang ada tertoelis waktoe-waktoe orang memperbaiki kelenting itoe, jaitoe pada tiga boeah toelisan: pada tahoen 1791, 1829, dan 1889...” (halaman 5).
Selanjutnya terdapat pula uraian mengenai masing-masing bagian kelenteng ini.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.

.

.

.

.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Jumat, 08 April 2016

BAGAIMANA MENENTUKAN DEWA YANG COCOK BAGI ANDA?

BAGAIMANA MENENTUKAN DEWA YANG COCOK BAGI ANDA?
.
Ivan Taniputera.
8 April 2016
.
Banyak orang menanyakan mengenai dewa apakah yang cocok dialtarkan di rumahnya. Sebagai jawaban atas pertanyaan ini, pertama-tama kita perlu menganalisa elemen apakah yang Anda butuhkan. Elemen itulah yang kemudian dicocokkan dengan dewa hendak Anda altarkan di rumah.
.
Banyak orang yang belum mengetahuai bahwa masing-masing dewa mempunyai keterkaitan dengan elemen tertentu. Kendati demikian, tidak semua dewa dapat ditentukan keterkaitan elemennya. Berikut ini adalah contoh dewa-dewa yang dapat dengan mudah ditentukan elemennya.
.
Sebagai catatan, hubungan atau keterkaitan masing-masing dewa di bawah ini dengan elemen tertentu bukanlah ilmu pasti, sehingga tidak ada yang benar dan salah serta tidak perlu diperdebatkan. Diskusi tentu saja masih terbuka, tetapi saya tidak akan melayani debat-debat yang tidak bermanfaat. Masing-masing pihak berhak mempunyai pendapat yang berbeda-beda.  Tidak perlu saling menyalahkan.
1. DEWA API (HUODEXINGJUN, 火德 星君. Hokkian: Hwee Tek Seng Kun).
.

.
Berdasarkan namanya, maka nampak jelas bahwa Dewa Huode Xingjun berelemen Api (Huo berarti “api”). Oleh karenanya, orang yang memerlukan elemen Api cocok mengaltarkan Beliau.
.
2. DEWA GUANDI ( 關帝) atau KWAN KONG.
.


Dewa Kwan Kong juga terkait dengan elemen Api. Alasannya adalah sebagai berikut.
.
1) Beliau berwajah merah dan mengenakan jubah hijau. Hijau melambangkan elemen Kayu. Kayu menghasilkan Api.
2) Beliau sering digambarkan menunggang kuda. Kuda ini merupakan lambang cabang bumi Wu, yang juga berelemen Api.
.
Oleh karenanya orang yang memerlukan elemen Kayu dan Api dapat mengaltarkan dewa Kwan Kong.
.
3. DEWA FUDE ZHENGSHEN DAN DEWA BUMI.
.
Ada yang membedakan antara Dewa Fude Zhengshen ( 福德正神 , Hokkian: Hok Tek Cin Sien) dan Dewa Bumi. Namun keduanya jelas sekali berelemen Tanah. Oleh karenanya, orang yang memerlukan elemen Tanah, baik sekali bersembahyang pada Dewa Bumi.
.
4. DEWA SUN GO KONG.
.

Sumber gambar: wikipedia.
.
Dewa Sun Go Kong (孫悟空, Pinyin: Sun Wukong) mempunyai keterkaitan kuat dengan elemen Logam. Mengapa demikian? Berikut ini adalah alasan-alasannya:
1.Dewa Sun Go Kong konon terlahir dari batu. Batu ini berelemen Tanah. Padahal kita mengetahui bahwa menurut siklus lima elemen, Tanah menghasilkan Logam. 2. Dewa Sun Go Kong bersenjatakan toya yang terbuat dari logam. 3. Dewa Sun Go Kong juga disebut Dewa Kera. Kera ini terkait dengan Cabang Bumi Shen, yang berelemen Logam.
Dengan demikian, bagi yang memerlukan elemen Logam cocok mengaltarkan dewa Sun Go Kong.
.
5. DEWI TIANSHANG SHENGMU
.
Dewi Tianshang Shengmu ( 天上聖母 , Hokkian: Thian Shang Seng Bo), merupakan pelindung para pelaut dan nelayan. Oleh karenanya, Beliau mempunyai keterkaitan kuat dengan elemen Air.
.
Pertimbangan lain adalah dengan menelaah diagram Bazi Dewi Tianshang Shengmu. Beliau dilahirkan pada tanggal 23 bulan 3, tahun 960 menurut penanggalan Imlek, atau 21 April 960 menurut penanggalan Masehi. Berikut ini adalah diagram Bazinya.
.

.
Nampak bahwa Beliau dilahirkan pada hari Ren, yang berunsur Air. Selain itu, banyak pula terdapat elemen Logam. Oleh karenanya, Air menjadi sangat kuat. Dengan demikian, ini sekali lagi memperkuat kesimpulan bahwa Beliau memiliki kaitan kuat dengan elemen Air.
.
Bagi yang memerlukan elemen Air, cocok mengaltarkan Dewi Tianshang Shengmu.
.
6. DEWA LU BAN
.
Dewa Lu Ban ( 魯班 ), merupakan pelindung para tukang kayu. Oleh karenanya, Beliau mempunyai keterkaitan kuat dengan elemen Kayu.
.
7. DEWA JAMBHALA KUNING
.
Ada yang menanyakan Dewa Jambhala Kuning (黃財神, Huang Caishen) termasuk elemen apa.
.

.
Sumber gambar: wikipedia.
.
Meskipun warna kuning menurut tradisi China mewakili elemen Tanah. Namun warna kuning pada Dewa Jambhala Kuning berasal dari warna emas. Oleh karenanya, lebih tepat jika dianggap bahwa Dewa Jambhala Kuning berelemen Logam.
.
Bagi yang memerlukan elemen Kayu, cocok mengaltarkan Beliau.
.
8. DEWA BAOSHENG DADI
.
Dewa Baosheng Dadi ( 保生大帝 , Hokkian: Poo Seng Tay Tee), merupakan dewa pelindung ilmu pengobatan. Semasa hidupnya, Beliau berprofesi sebagai tabib. Oleh karenanya, Beliau tentu banyak berhubungan dengan tumbuhan obat, sehingga berkaitan dengan elemen Kayu. Kendati demikian, kita akan mencoba mendiskusikan hal ini lebih jauh.
.
Baosheng Dadi dilahirkan pada tanggal 15 bulan 3 tahun 979 menurut penanggalan Imlek, yang bertepatan dengan 14 April 979 menurut penanggalan Masehi. Berikut ini adalah diagram Bazi Beliau.
.

Memang benar, bahwa Beliau dilahirkan pada hari Jia yang berelemen Kayu. Namun nampak bahwa elemen Tanah lebih dominan.
.
Terdapat pula kisah mengenai Beliau yang meminta hadiah jubah kaisar, sehingga rupang-rupang Beliau senantiasa digambarkan sedang mengenakan jubah kaisar tersebut. Jubah kaisar berwarna kuning yang melambangkan elemen Tanah.
.
Itulah sebabnya, saya lebih cenderung mengaitkan Dewa Baosheng Dadi dengan elemen Tanah.
.
9. DEWA XUANTIAN SHANGDI
.
Dewa Xuantian Shangdi ( 玄天上帝 , Hokkian: Hian Thian Siang Tee), juga dikenal sebagai Kaisar Utara ( 北帝 , Beidi). Penjuru utara mempunyai elemen Air, sehingga nampaknya Beliau berkaitan dengan elemen Air. Alasan kedua, Xuan (玄) juga berarti “gelap” atau “misterius” dan berkaitan dengan warna hitam. Kebetulan warna hitam juga mewakili elemen Air.
Mitos bahwa Xuantian Shangdi merupakan mantan tukang jagal yang bertobat merupakan pengembangan belakangan berasal dari Dinasti Qing. Tujuannya adalah merendahkan Beliau yang merupakan pelindung dinasti sebelumnya, yakni Ming. Oleh karenanya, kita tidak dapat bertumpu pada mitos ini.
.
Jadi saya lebih setuju mengaitkan Dewa Xuantian Shangdi dengan elemen Air.
.
10. DEWA REJEKI SEMBILAN PENJURU.
.
Terdapat sembilan dewa rejeki yang menguasai sembilan penjuru. Diagram berikut ini barangkali bermanfaat dalam menentukan elemen masing-masing.
.


Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . .

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Selasa, 22 Maret 2016

HU (CHINESE TALISMAN) UNTUK PERLINDUNGAN DAN KEBERUNTUNGAN

HU (CHINESE TALISMAN) UNTUK PERLINDUNGAN DAN KEBERUNTUNGAN
.
Ivan Taniputera.
20 Maret 2016
.
Saya menjumpai hu sebagai berikut.
.

Saya akan mencoba menguraikan makna aksara-aksara China yang terdapat pada hu tersebut.
Bagian 1 terdapat aksara 奉勍 (Fengqing), yang berarti “menghaturkan hormat.”
.
Bagian 2 terdapat aksara 太上老君 (Taishang Laojun), yang merupakan gelar bagi Lao Zi, yakni pendiri Daoisme.
.
Bagian 3 terdapat aksara 道德天尊 (Daode Tianzun), yang juga merupakan gelar bagi Lao Zi.
.
Pada latar belakang hu memang terdapat gambar Lao Zi.
.
Bagian 4 terdapat aksara 福德正神 (Fude Zhengshen), yang merupakan nama dewa. Dalam lafal Hokkian, Beliau dikenal sebagai Hok Tek Cin Sin.
.
Bagian 5 terdapat aksara 炤財童子 (Zhaocai Tongzi) atau Kumara Pemberi Rejeki.
.
Sayangnya barisan aksara sebelah kiri gambarnya buram, sehingga tidak terbaca.
.
Sementara itu, dibagian bawah aksara bertuliskan Fude Zhengshen (bagian 6), terdapat aksara yang dapat disepadankan dengan bunyi “Om” dalam mantra-mantra India.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . .

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Minggu, 06 Maret 2016

BOLEHKAH KITA MEMPERSEMBAHKAN DURIAN SAAT SEMBAHYANG

BOLEHKAH KITA MEMPERSEMBAHKAN DURIAN SAAT SEMBAHYANG?
.
Ivan Taniputera.
2 Maret 2016
.

.
Banyak orang berkonsultasi pada saya mengenai tata cara dan ritual sembahyang. Di antara berbagai pertanyaan tersebut adalah apakah boleh mempersembahkan durian saat sembahyang.
.
Barangkali saat ditanya perihal tersebut, sebagian besar orang akan menjawab: tidak boleh. Namun sewaktu ditanya alasannya, mereka tidak dapat memberikan jawaban atau kalau pun menjawab tanpa disertai penjelasan yang masuk akal. Sebagai contoh, ada yang menjawab: karena durian berduri banyak. Durian memang mempunyai banyak duri itu pun semua orang sudah tahu. Saya pun semenjak kecil juga sudah tahu kalau durian banyak durinya. Jika tidak berduri banyak, untuk apa disebut durian? Tetapi apa masalahnya jika durian berduri banyak? Apakah hubungan berduri banyak dengan persembahan layak dipergunakan saat sembahyang? Waktu dikejar lebih jauh mereka tidak sanggup menjelaskan secara masuk akal.
.
Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan penjelasan yang masuk akal.
.
Pertama-tama, kita akan membahas persembahan untuk para Buddha dan Bodhisattva terlebih dahulu. Para Buddha dan Bodhisattva sudah terbebas dari dualisme atau keserba-menduaan, yakni pandangan membeda-bedakan yang mengikat setiap makhluk pada samsara atau alam penderitaan. Belenggu ini begitu dashyatnya, sehingga setiap makhluk yang belum tercerahkan akan terus menerus mengembara di alam-alam kehidupan seturut aliran karma mereka. Karena sudah terbebaskan dari pandangan salah dualisme, maka para Buddha dan Bodhisattva sebenarnya tidak membeda-bedakan lagi persembahan apa pun yang dihaturkan pada Mereka. Bahkan sesungguhnya Mereka juga tidak memerlukan persembahan apa pun! Persembahan yang kita haturkan lebih sebagai latihan spiritual demi membebaskan kita dari kemelekatan. Berdana atau mempersembahkan sesuatu merupakan latihan demi membebaskan batin kita dari keserakahan (lobha).
.
Jadi jelas sekali, Buddha dan Bodhisattva tidak memerlukan persembahan Anda. Anda lah yang perlu mempersembahkan sesuatu demi kepentingan Anda sendiri, yakni menciptakan kondisi batin lebih baik. Dalam mempersembahkan sesuatu, demi meredakan kemelekatan dalam batin Anda, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal terpenting adalah persembahan tersebut hendaknya adalah apa yang Anda sendiri sukai atau sangat sukai. Jika Anda mempersembahkan sesuatu yang tidak Anda sukai, maka itu bukan persembahan sama sekali. Itu lebih tepat disebut “membuang” sesuatu yang tidak Anda sukai. Tidak dapat disebut persembahan sama sekali!
.
Menimbang kenyataan tersebut di atas, jikalau Anda sangat menyukai durian, mengapa Anda tidak mempersembahkan durian? Oleh karenanya, saya menjawab bahwa jika Anda sangat menyukai durian adalah baik sekali bila Anda mempersembahkan durian. Apakah salahnya mempersembahkan sesuatu yang sangat Anda sukai? Bukankah itu tindakan mulia?
.
Pertimbangan kedua, di alam dewa (devaloka), para dewa jika membutuhkan sesuatu tinggal memikirkannya saja dan mereka akan mendapatkan apa yang diinginkan tersebut. Keadaan alam dewa jauh lebih indah dibandingkan alam manusia. Jadi untuk apa mereka memusingkan apa yang Anda persembahkan? Karenanya, sekali lagi tidak bermasalah jika Anda mempersembahkan durian. Yang penting adalah ketulusan hati. Mana yang lebih mulia, mempersembahkan durian dengan penuh ketulusan, dibandingkan buah-buah lain (yang menurut tradisi atau kata orang boleh dipergunakan sebagai persembahan) namun hati Anda dipenuhi oleh “jual-beli”? Adapun yang dimaksud dengan “jual beli” adalah pamrih, yakni “saya mempersembahkan ini agar mendapatkan itu.” Anda mempersembahkan sesuatu demi memperoleh berkah atau terkabulnya keinginan tertentu sebagai balasannya. Inilah yang disebut pamrih atau “jual beli.” Silakan pertimbangkan sendiri mana yang lebih mulia.
,
Meskipun demikian, ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan pula. Durian mempunyai bau menyengat. Tidak semua orang tahan terhadap bau durian. Jadi, jika Anda mempersembahkan durian di vihara atau kuil yang banyak dikunjungi orang, maka hal itu berpeluang mengganggu umat lain. Dengan demikian, dapat mengundang kekesalan atau kejengkelan di hati orang lain. Kemungkinan pula duri buah tersebut dapat mengenai tangan umat lain yang sedang membersihkan altar atau menaruh persembahannya sendiri. Karenanya, kita perlu mengambil jalan tengah, yakni lebih baik tidak mempersembahkan durian di tempat ibadah yang banyak dikunjungi orang. Kita turut menjaga kepentingan orang lain, dimana ini pun adalah suatu kebajikan.
.
Namun kalau kita mempunyai altar pribadi, menurut hemat saya tidak masalah bila mempersembahkan durian, yakni bila Anda yakin bau durian itu tidak akan mengganggu siapa pun.
.
Semua penjelasan di atas, hanya berlaku untuk aliran eksoterik (aliran luar). Sehubungan dengan aliran esoterik (Tantra), maka semua persembahan itu sudah dibakukan, dimana tata cara itu bukan disusun serampangan. Para Guru perealisasi jalan Tantra telah dengan bijaksana menyusun tata cara ritual dan juga jenis persembahannya, dimana masing-masing persembahan itu ada kaitan atau makna filosofisnya dengan latihan spiritual sedang ditekuni. Jadi para sadhaka Tantra perlu tetap berpegang pada tata cara ritual dengan baik. Namun artikel ini bukan bemaksud membahas mengenai ritual Tantra, melainkan sembahyang dalam artian umum.
.
Tentu saja, akan ada banyak orang yang tidak setuju dengan pandangan saya. Semua itu adalah sah-sah saja. Namun mari kita saling menghormati dan bertoleransi satu sama lain. Kemampuan bertoleransi dan memahami satu sama lain, juga merupakan penanda tingkatan spiritual sebagaimana telah kita masing-masing capai. Marilah kita sepakat untuk berbeda. Besar harapan saya agar artikel dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . .
.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Rabu, 28 Oktober 2015

PUSTAKA KLASIK YANG MENARIK TENTANG DEWI INARI OKAMI

PUSTAKA KLASIK YANG MENARIK TENTANG DEWI INARI OKAMI
.
Ivan Taniputera.
28 Oktober 2015
.



.
Saya menemukan sebuah pustaka klasik tentang Dewa Inari Okami yang sangat menarik karena menyebutkan juga mengenai perbintangan. Sebagai penjelasan, Inari Okami adalah dewa tradisi Jepang, yang diwujudkan sebagai rubah. Pustaka klasik ini sebagian menggunakan aksara Kanji (Hanzi) dan sebagian lagi aksara Hiragana. Oleh karena saya tidak paham Hiragana, maka saya akan mencoba menerjemahkan bagian beraksara Kanji saja. Dengan demikian, sudah pasti terjemahan masih sangat jauh dari sempurna. Tujuan saya adalah hanya berupaya memahami maknanya secara garis besar saja, terutama yang berkaitan dengan astrologi. 
.
Adapun pustaka klasik tersebut berjudul 稲荷大神秘文. 
.
Apabila dibaca dalam bahasa Mandarin maka judul pustaka klasik tersebut adalah Dàohé dà shénmì wén atau Pustaka Rahasia Dewi Agung Inari. Sebagai catatan, aksara Kanji yang mewakili Inari, jika dibaca dalam lafal Mandarin akan berbunyi Daohe. 
.
夫神は唯一にして。御形なし。虚にして。霊有。
.
Aksara 夫神 dalam lafal Jepang dibaca Okami (Mandarin Fushen), yang mungkin merupakan gelar bagi Inari. Kemungkinan bisa diterjemahkan sebagai Dewi Ibu. Aksara 唯一 dibaca Wei yi, dalam lafal Mandarin. Jadi kita mungkin dapat mengartikannya sebagai “Inari adalah satu-satunya...”
御 形 berbunyi Yùxíng, yang dapat diterjemahkan sebagai “berwujud.” なし (nashi) berarti tidak ada. Jadi kita dapat menerjemahkannya sebagai “wujudnya adalah ketiadaan.” 虚 (Mandarin: Xu) berarti kekosongan. 霊有 (Mandarin: ling you) berarti adalah “mempunyai roh.”
.
Jadi baris pertama di atas, terjemahan bebasnya barangkali adalah “Inari adalah satu-satunya, wujudnya adalah ketiadaan, merupakan kekosongan, mempunyai daya roh.”
.
天地開闢て此方。国常立尊を拝し奉れば。
.
天 地開闢 (Mandarin: Tiāndì kāipì), yang dapat diartikan “Langit dan Bumi tercipta.” 此方 (Mandarin: cǐ fāng), yang dapat diartikan “penjuru ini.” 国常立尊 (Mandarin: Guó cháng lì zūn), artinya “penguasa negara menghaturkan sembah padanya.” 拝 (bài) artinya “menyembah.” 奉 (Mandarin: feng), artinya “mempersembahkan.”
.
Jari baris di atas mungkin boleh kita artikan sebagai, “Langit dan Bumi tercipta. Penguasa negara menghaturkan sujud dan persembahan.”
.
天に次玉。地に次玉。人に次玉。豊受の神の流を。

.
Mungkin dapat diterjemahkan: “Langit menjadi kumala. Bumi menjadi kumala. Orang menjadi kumala. Menerima berkah surgawi (kedewaan) melimpah.”
.
Jadi menarik sekali, bahwa di sini juga terdapat acuan terhadap konsep “Langit, Bumi, dan Manusia,” atau yang juga disebut “Tiga Anasir” (San Cai, 三才) dalam metafisika China.
.
宇賀之御魂命と。生出給ふ。永く。神納成就なさしめ給へば。

Mungkin dapat diterjemahkan, “Istana Melindungi Jiwa Kehidupan. Menunjang munculnya kehidupan. Berlangsung abadi. Dewa mengabulkan segenap dambaan.”
.
天に次玉。地に次玉。人に次玉。
.
Mungkin dapat diterjemahkan, “Langit menjadi kumala. Bumi menjadi kumala. Manusia menjadi kumala.”
.
御末を請。信ずれば。
.
Mungkin boleh diartikan Sang Dewi mengabulkan segenap permohonan. Menaruh keyakinan padanya.
.
天狐地狐空狐赤狐白狐。
.
Artinya adalah: “Rubah Langit, Rubah Bumi, Rubah Angkasa, Rubah Merah, dan Rubah Putih. Kemungkinan ini mengacu pada rubah-rubah pengikut Inari.
.
稲荷の八霊。五狐の神の。光の玉なれば。
.
Mungkin dapat diartikan, “Delapan Roh pelindung sawah atau tumbuhan padi. Lima Dewa Rubah. Merupakan kumala bersinar gemilang.”
.
誰も信ずべし。心願を。以て。空界蓮來。
.
Mungkin dapat diartikan, “Barangsiapa yang meyakini dengan sepenuh hati, maka di angkasa akan muncul teratai.”
.
高空の玉。神狐の神。鏡位を改め。神寶を於て。
.
Mungkin dapat diartikan, “Tinggi di angkasa muncul kumala. Dewa Rubah menganugerahkan Pusaka Kedewaan.”
.
七曜九星。二十八宿。當目星。有程の星。
.
Mungkin dapat diartikan, “Tujuh Benda Langit Sembilan Bintang. Duapuluh Delapan Rasi Bintang. Bintang yang dapat dilihat dengan mata. Bintang penguasa.” Hal ini mengacu pada astrologi. Dua puluh delapan rasi bintang ini di China dikenal sebagai 28 Xiu.
.
私を親しむ。家を守護し。年月日時災無く。
.
Mungkin dapat diartikan, “Segenap keluarga terlindungi. Setiap tahun, bulan, hari, dan jam terlindung dari malapetaka.”
.
夜の守。日の守。大成哉。賢成哉。
.
Mungkin dapat diartikan, “Dilindungi saat malam. Dilindungi saat siang. Kesempurnaan agung. Demikianlah.”
.
稲荷秘文慎み白す。
.
Mungkin dapat diartikan, “Pustaka Agung Rahasia Dewi Inari telah selesai.”
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi:



Sabtu, 03 Oktober 2015

PESAN DARI DEWA KWAN KONG

PESAN DARI DEWA KWAN KONG.
.
Ivan Taniputera.
29 September 2015
.




 .
Saya baru saja mendapatkan lembaran lama berisikan pesan yang dikatakan berasal dari Dewa Kwan Kong. Pada lembaran itu tidak tertulis angka tahunnya. Namun kita akan mencoba melacak berasal dari tahun berapa lembaran tersebut. Berikut ini adalah foto lembaran yang saya dapatkan.
.




.
Pada lembaran surat itu tertempel pula satu lembaran kecil seperti gambar di bawah ini. .




Untuk memudahkan para pembaca, saya akan menuliskan kembali apa yang tertulis pada lembaran tersebut:
.
“Salinan nasehat dari Kwan Tee Sing Koen, Kwan Jin Tay Soe seperti di bawah ini:
Kwan Tee Sing Koen mengloearkane toelisannja sendiri boeat ini taon pendoedoek jang mati 7-8 bagian; Kwan Jin Tay Soe soenggoe besar kewelasan dan kemoerahan hatinja, berakta dan menjeboet doenia jang telah kedjadian ini, orang-orang pendoedoek soepaja terlepas dari bahaja maut, djika orang-orang bisa menoeroet atawa menoeroenken ini soerat nasehat 1 lembar di kasih pertjoema pada orang lain bisa terloepoet boeat satoe kampoeng. Djika orang tiada bagiken pertjoema sesoedah meliat ini soerat bisa terkena penjakit toempah darah sehingga binasa, ini ada paling sengsara. Baik djoega berdjoepah pada Kwan Jin Tay Soe, jang toeroen lantas toelis ini nasehat, soepaja orang-orang dengen hormat bagi dan siarken dengen pertjoema di ini alam, soepaja orang-orang kerdja baik dan hati-hati menjeboet doenia jang kedjadian ini, soepaja pendoedoek bisa terlepas dari bahaja maut dan bisa slamet. Djika perkataannja memang palsoe seperti orang lakik bisa mendjadi maling dan orang prempoean djadi soendel, djikaloek tida pertjaja boleh liat nanti boelan delapan (Pik Gwik), ajam tida bisa berkeloeroek, andjing tida bisa menggogong, tengah malem djam 3 ada siloeman, ampat pendjoeroe ada soeara panggil-panggil tiada brentinja, aken tetapi djangan sekali-kali di djawab, di takoetin sedari ini, sehingga kemoedian hari tangkwi boelan sepoeloeh (Tjap Gwik) moesti ada ratjoen berdjalan. Membrilah nasehat orang di dalem ini doenia, dalem ini taoen boelan doea tanggal 19 (Dji Gwik Tjap Kauw), dan boelan lima tanggal 5 (Go Gwik Dje go), antara djam 12 tengah hari 0rang-orang boleh mandi kramas dan makan sajoer (Tjiatjhay) , batja kitabnja Nabi Hoetjo dengen soetji hati dan hormat sama Toapekong. Perkerdjaan jang baik boleh di kerdjaken, perkerdjaan jang djahat djangan di kerdjaken, lantas bisa terlepas dar bahaja, lantaran pertoeloengan dari Kwan Tee Sing Koen dan Kwan Jin Tay Soe, ada sediaken obat tjampoer dan masak djadiken wedang thee, kaloek dapet penjakit selainja itoe ada 3 lembar djimat (hoe), boleh ditempelken di atas pintoe, di toelis atas kertas koening dengen tinta merah. Di inget ini perkataan djangan diboeat main-main, ini hal lantaran ada kasoekeran ke1. Doenia tiada aman. ke2 Tida slamet lantaran tjaboel penjakit. ke3. Awan gelap dan bandjir tinggihnja naik ke langit. ke4. Di ampat pendjoeroe ketoetoep asep seperti malem. ke5. Pendoedoek soesah terlepas dari sengsara. ke6. Orang pendoedoek ilang separo. ke7. Ada nasih tida ada jang makan. ke8. Ada pakean tida ada jang pakik. ke9 Ada djalanan tida ada jang djalan. ke10. Soesah liwatin taoen Kinggo (Shio Be), taoen Simbi (Shio Jo), dan taoen Djin Sin (Shio Kauw), ini ada 3 lembar djimat (tjesakeoe) Ommitohoed............. Seliwat ini djangan di boeang-boeang, boleh di kasihken pada orang lain dan boleh kasih nasehat pada masing-masing orang lakik dan prempeoan dengan hormat, soepaja berdjalan biak, ini boleh membri djasa kebaikan jang tiada takerannja. Djikaloek hidoepnja zaman dahoeloe, dari sebab kedjadianja trimanja di alam sekarang. Djika baik maoe taoe di alam kemoedian sebab atawa kedjadian alam poenja perboeatan, mangka orang-orang jang berboeat hati baik, djangan ketawa dan goembira bertjampoer, betoel atoeran seneng tambah redjeki, kendati di bikin maloe atawa di ketawaken orang-orang perboeatan nistjaja tida mendjadi gelap ...
.
Ommitohoed.......Ommitohoed.......Ommitohoed.......
.
Sementara itu lembaran kecilnya bertuliskan sebagai berikut:
.
“Boeat toembal
Katjang idjoo)
Djagoeng ) di goreng
Ketam item )
Beras merah )
Dlingo bengklee di radjang en koenir.
Lantas diboengkoes dengen warwar bang of dadap-srep. Di tanem 4 podjok roemah en satoe di moeka pintoe.
-----------
N/B/.
Kaloe ada geger djangan lari ka kidoel,haroes lari ka lor of lainnja!
Meskipun tidak tertera angka tahun, namun terdapat keterangan sebagai berikut: “Soesah liwatin taoen Kinggo (Shio Be), taoen Simbi (Shio Jo), dan taoen Djin Sin (Shio Kauw).”
.
Tahun Kinggo ini mengacu pada tahun Gengwu atau 1930.
Tahun Simbi ini mengacu pada tahun Xinwei atau 1931.
Tahun Djinsin ini mengacu pda tahun Renshen atau 1932.
.
Sebenarnya bisa juga mengacu pada tahun 1870, 1871, dan 1872. tetapi nampaknya tidak mungkin, karena dokumen-dokumen pada tahun tersebut masih jarang diketik. Tahun 1990, 1991, dan 1992 jelas tidak mungkin, karena pada masa-masa itu ejaan van Ophuysen tidak lagi dipergunakan.
.
Menariknya, terdapat kalimat sebagai berikut: “Di ampat pendjoeroe ketoetoep asep seperti malem.” Hal ini mirip dengan keadaan saat bencana asap yang sedang berlangsung saat ini.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi:
https://www.facebook.com/groups/339499392807581/





Rabu, 30 September 2015

KISAH UT TI KIONG DITOLONG TIKUS

KISAH UT TI KIONG DITOLONG TIKUS
.
Ivan Taniputera.
28 September 2015
.






Ut Ti Kiong merupakan salah satu dewa pintu dalam tradisi Tiongkok. Kisah ini terjadi ketika Ut Ti Kiong terkepung banjir di kota Wan Shia bersama tiga ribu orang pasukannya. Untuk bertahan hidup mereka terpaksa bertahan hidup dengan memakan sayur keladi. 
.
Suatu ketika, saat sedang menggali sayur keladi di dalam kota Wan Shia, mereka menemukan berkarung-karung padi di dalam tanah. Jumlahnya mencapai 3.000 karung. Ternyata karung-karung padi tersebut berasal dari gudang padi kota Kim Yang Kwan yang dahulu dikuasai oleh Raja Lie Bit. Selama bertahun-tahun, tikus-tikus mengangkuti beras-beras tersebut, hingga tertimbun terus menerus menjadi sebanyak itu.
.
Konon hal itu terjadi karena bintang keberuntungan Raja Lie Bit sudah habis, sehingga tikus-tikus mengangkuti karung-karung berasnya. Pada saat yang tepat beras-beras itu dapat menyelamatkan Ut Ti Kiong beserta pasukannya dari kebinasaan. Bersamaan dengan itu, bintang keberuntungan Lie Sie Bin, raja Tjin, selaku majikan Ut Ti Kiong, sedang menanjak. Kelak Lie Sie Bin dapat menjadi kaisar Dinasti Tang. 
.
Berdasarkan kisah di atas, maka kita belajar bahwa alam itu bekerja dengan cara yang unik dan rumit. Bahkan terkadang dengan cara yang tidak kita duga. 
.
Sumber: “Tjerita Di Tiongkok Tjap-Pe Lo Hoan Ong Kota Wakang, Tempo Keradja’an Merk Soei Tiauw Baginda Soei Jang Te,” djilid ka 8, halaman 611.
.
Artikel menarik lainnya, silakan kunjungi:
https://www.facebook.com/groups/339499392807581/
.