Nezha
(哪吒, Hokkian: Lo Cia) merupakan salah satu tokoh yang terkenal dalam
kesusastraan dan tradisi China. Gelar Beliau adalah Zhongtan Yuanshuai
(中壇元帥) atau San Taizi ( 三太子) Sebenarnya, tokoh Nezha ini berasal dari
tradisi India. Menurut tradisi India, Nezha ini disebut Nalakubar dan
merupakan putera Kubera (Kuvera)-Dewa Kemakmuran-serta kemenakan Ravana.
Dalam bahasa China, Nalakubar ditransliterasi menjadi Naluojiupoluo
(那羅鳩婆羅) yang berubah menjadi Naluojubaluo (捺羅俱跋羅), Nazhajuwaluo
(那吒矩韈囉), Nazha (那吒), dan kemudian Nezha (哪吒)-sumber wikipedia.
.
Dalam kesusastraan China, riwayat tentang Nezha dapat dijumpai pada Hikayat Penganugerahan Dewata ( 封神演義
Fengshen Yanyi), yang mengambil latar belakang keruntungan Dinasti
Shang dan berdirinya Dinasti Chou. Menurut sumber tersebut, Nezha
merupakan putra Li Jing (Hokkian: Lie Ceng) dan Nyonya Yin (Hokkian: Oen
Hoedjin/ Ejaan Yang Disempurnakan: Un Hujin). Konon Beliau dikandung
selama tiga tahun enam bulan. Kelahirannya juga sangat ajaib, yakni
berupa bola daging yang kemudian terbelah dan mengeluarkan bayi Nezha.
Saat dilahirkan, ia sudah mengenakan pakaian berwarna merah dan memegang
gelang emas, yakni salah satu di antara tiga pusaka Nezha. Begitu
dilahirkan, Beliau langsung diangkat sebagai murid oleh Dewa Taiyi yang
juga merupakan guru ayahnya. Nezha sebenarnya merupakan putera ketiga
orang tuanya. Oleh karenanya, ia mempunyai dua orang kakak yang
masing-masing bernama Jinzha dan Muzha. Belakangan, Nezha turut membantu
dalam peperangan menumbangkan Kaisar Chou Wang (Hokkian Tiu Ong) dari
Dinasti Shang yang kejam.
.
Adapun
memasang gambar dan rupang Nezha mempunyai manfaat sebagai berikut.
Anak-anak yang terlahir pada rumah tersebut akan menjadi pandai dan
cerdas. Mereka akan mempunyai prestasi yang baik di sekolah. Kegunaan
lain adalah perlindungan dari berbagai energi negatif. Saya telah
membuat gambar Nezha bagi keperluan tersebut. Bagi yang memerlukan
posternya dapat menghubungi saya.
.
Berikut ini adalah langkah-langkah pembuatan gambar Nezha.
PERHATIAN:
Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau
konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang
meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang
sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin
berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar.
Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi
gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian
harap maklum.
AMULET AGAMA BUDDHA YANG MENGGAMBARKAN BODHISATTVA MAHAMAYURI BESERTA MANTRANYA.
.
Ivan Taniputera.
28 Juli 2017.
.
Saya
baru saja menemukan amulet yang bergambar Bodhisattva Mahamayuri
beserta mantra Beliau. Sebenarnya saya sudah memiliki amulet ini
semenjak lama. Hanya saja saya baru saja tanpa sengaja menemukannya
kembali.
.
.
Sementara itu di bagian belakang terdapat gambar mantra Beliau.
.
Diameter amulet adalah 4,5 cm dan tebalnya kurang lebih 0,4 cm. Bahan kemungkinan adalah logam.
.
Saya mencoba membaca mantra beraksara Siddham tersebut dan hasilnya adalah sebagai berikut.
.
Aksara
Siddham sebenarnya mempunyai sistim penulisan yang mirip aksara Jawa.
Hal ini tidaklah mengherankan mengingat keduanya berakar dari aksara di
India. Nampak untuk memberikan bunyi “u,” suatu aksara diberikan bentuk
semacam kait di bawahnya. Begitu pula dalam aksara Jawa, suatu aksara
juga diberikan bentuk seperti kait, yang dikenal sebagai “sandhangan
suku.” Pada aksara “Kra” tampak aksara “Ka” diberi kait mengarah ke
atas, yang mirip “cakra” dalam sistim penulisan aksara Jawa. Untuk
membentuk bunyi “nte” maka dipergunakan tiga aksara, yakni “Na” beserta
“Ta” dan ditambah penanda bunyi “e” di atasnya. Dengan aksara “Ta”
diletakkan di bawah “Na,” maka aksara “Na” berubah menjadi aksara mati
dan dibaca “N.” Jadi secara keseluruhan dibaca “Nte.” Begitu pula dalam
sistim penulisan aksara Jawa, dimana aksara yang dituliskan di bagian
bawah aksara lain disebut “pasangan.” Kegunaannya juga sama, yakni
membuat aksara yang diikutinya menjadi aksara mati.
Dengan mencoba membaca mantra-mantra Buddhis dalam aksara Siddham, maka kita telah sekaligus belajar mengenal aksara tersebut.
.
Bila
ada yang menanyakan kegunaan amulet ini, maka dapat membaca Mahamayuri
Dharani Sutra. Menurut Sutra tersebut, mantra Mahamayuri dapat
menyirnakan bisa atau racun akibat gigitan ular. Kendati demikian,
secara spiritual mengenakan amulet ini dapat mengingatkan kita agar
berupaya menyirnakan racun berupa keserakahan, kebencian, dan pandangan
salah.
Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai ajaran Dewa Tan Tik Sioe:
.
“Kita ada mempoenjai saboewa roema bogrek djanganlah aken memandeng roema bagoes.” (Dewa Tan Tik Sioe pada Moestika Adem Hati, 1917).
.
Apabila kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia modern kurang lebih adalah:
.
“Jika kita memliki rumah yang buruk janganlah mengharapkan rumah mewah.”
.
Berdasarkan
ajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa kita hendaknya tidak merasa
putus asa bila tidak mendapatkan apa yang diharapkan. Banyak orang
mengharapkan hasil yang tinggi namun sewaktu ambisinya tidak tercapai ia
menjadi sangat tertekan. Oleh karenanya, kita perlu bersuka cita apa
pun hasil yang dicapai.
.
Meskipun
demikian, ajaran di atas tidak menyatakan agar kita mudah berpuas diri.
Apabila kita merasa atau menganggap rumah kita buruk, tidaklah salah
mengharapkan rumah yang lebih baik. Namun berharap saja tidak cukup.
Kita perlu berupaya mewujudkannya dengan memanfaatkan segenap kemampuan
beserta sumber daya yang kita miliki. Yang penting adalah kita berupaya
sebaik mungkin, tetapi apa pun hasilnya perlu kita terima dengan suka
cita.
.
Kita
dapat menafsirkan ajaran di atas bahwa bila kita menabur sesuatu yang
buruk janganlah mengharapkan yang baik. Dalam dunia karir dan usaha,
tidak jarang orang saling menjegal serta merugikan satu sama lain. Namun
sesuatu yang diperoleh dengan merugikan hak orang lain, tidak akan
membuahkan kebaikan. Sesuatu yang buruk mustahil menghasilkan kebaikan.
Jika ada sesuatu yang seolah-olah nampak sebagai kebaikan atau
kebahagiaan, maka semua itu hanya sementara saja sifatnya.
.
Demikianlah sedikit renungan kita terhadap ajaran Dewa Tan Tik Sioe.
JIMAT ATAU HU DARI KUIL TIAN FU GONG (THIAN HOCK KENG) SINGAPURA.
.
Ivan Taniputera.
29 Mei 2017.
.
Seorang
sahabat memberikan hu atau jimat yang berasal dari Kuil Tian Fu Gong
(Thian Hock Keng) di Singapura. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini
saya akan mengulas makna hu tersebut.
.
Nomor 1 merupakan aksara 奉 (Feng), yang berarti “mengundang”.
Nomor 2 merupakan aksara-aksara 天福宫 (Tian Fu Gong), yakni nama kuil asal mula hu ini.
Nomor
3 merupakan aksara-aksara 順平侇 勍令 (Shùnpíng yí qíng lìng). Shun Ping Yi
mungkin merupakan gelar bagi Shun Feng Er (順風耳) atau secara harafiah
berarti “Telinga Yang Sanggup Mengikuti Angin). Beliau juga dikenal
sebagai Wan Li Er (萬里耳), yang secara harafiah berarti “Telinga Sepuluh
Ribu Li.” Li adalah satuan jarak di China kuno. Shun Feng Er adalah
salah seorang pengawal Mahadewi Tian Shang Sheng Mu. Kebetulan dewata
utama di kuil ini adalah Tian Shang Sheng Mu. Qing ling berarti
“Perintah.”
Dengan
demikian, jika nomor 1, 2, dan 3 digabung, maka maknanya adalah
“Melaksanakan Perintah Shun Feng Er dari Kuil Tian Fu Gong.”
.
Pada nomor 4 dapat kita baca aksara 平安 (Ping An) yang berarti “damai.”
Pada nomor 5 dapat kita baca aksara 合境 (He Jing) yang dapat diartikan “persatuan” dan “keharmonisan.”
Nomor 6 tercantum aksara-aksara 安鐼罡 (An Fen Gang), yang nampaknya merupakan mantra.
.
Dengan
demikian, berdasarkan aksara-aksara di atas kita dapat menyimpulkan
bahwa kegunaan hu ini adalah untuk keselamatan dan kerukunan.
PERHATIAN:
Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau
konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau
message yang meminta analisa gratis. Ini adalah
sesuatu yang sia-sia dan juga sangat
mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya
analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika
Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka
mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap
maklum.
Saya
baru saja mendapatkan hu Kongco Kwan Kong (Guanyu) seperti gambar di
atas. Pada hu tersebut terdapat tulisan Shanxi Fuzi (山西夫子) atau Orang
Suci dari Shanxi. Ini merupakan salah satu gelar Beliau, yang
dianugerahkan oleh Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing (1644-1912). Hu ini
nampaknya berfungsi sebagai perlindungan, yakni agar orang yang
membawanya mendapatkan perlindungan beserta pertolongan dari Kongco Kwan
Kong.
PERHATIAN:
Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau
konsultasi gratis. Saya sering menerima
email atau message yang meminta
analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia
dan juga sangat mengganggu saya.
Jika ingin berkonsultasi atau saya
analisa, maka itu berbayar. Oleh
karenanya, jika Anda ingin analisa atau
konsultasi gratis maka mohon agar tidak
menghubungi saya. Demikian harap maklum.
Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.
.
CATATAN PENERJEMAHAN BAHASA INDONESIA.
.
Pada
terjemahan ini akan dicantumkan pula lafal bahasa Hokkian sebagai
perbandingan. Adapun lafal bahasa Hokkian diambil dari naskah-naskah Fo
Shuo Gao Wang Guanshiyin Jing yang banyak terdapat di berbagai kuil.
Sutra
ini boleh diperbanyak dan disebar luaskan, dengan TIDAK MENGUBAH apa
pun (tanpa menambah dan mengurangi apa pun) sebagaimana yang tercantum
di sini-baik dari awal hingga akhir.
Segenap
pahala kebajikan yang didapatkan dari penerjemahan Sutra ini akan
dilimpahkan bagi Guru, Buddha, Dharma, Sangha, Leluhur, bangsa dan
negara, serta semua makhluk.
世音菩薩。南無佛。南無法。南無僧。
Mandarin: Guānshìyīn púsà. Námó fo. Námó fǎ. Ná mó sēng.
Cara baca lafal Mandarin: Kuan Se In Bu Sa. Namo Fo. Namo Fa. Namo Seng.
.
Hokkian: Kwan Sie Im Pou Sat, Lam Boe Hoet, Lam Boe Hoat, Lam Boe Tjeng.
.
Terjemahan: Bodhisattva Avalokitesvara. Namo Buddhaya, Namo Dharmaya, Namo Sanghaya.
Cara baca lafal Mandarin: Fo kuo yu yuen. Fo fa siang in. Jang le wo cing. Yu yuen fo fa.
.
Hokkian: Hoet Kok Joe Jan. Hoet Hoat Siang In. Siang Kok Ngo Tjeng. Joe Jan Hoet Hoat.
.
Terjemahan:
Mempunyai jodoh dengan Tanah Buddha (Negeri Buddha), maka ia akan
menjalankan Buddhadharma. Dengan senantiasa bersukacita mewujudkan
kemurnian diri, berarti mempunyai jodoh dengan Buddhadharma.
Mandarin:
Námó mó hē bōrě bōluómì. Shì dà shénzhòu. Námó mó hē bōrě bōluómì.
Shì dàmíng zhòu. Námó mó hē bōrě bōluómì. Shì wú shàng zhòu. Námó mó
hē bōrě bōluómì. Shì wú děng děng zhòu.
Cara
baca lafal Mandarin: Namo mo he po ye po luo mi. Se ta sen cou. Namo mo
he po ye po luo mi. Se ta ming cou. Namo mo he po ye po luo mi. Se u
sang cou. Namo mo he po ye po luo mi. Se u teng teng cou.
.
Hokkian:
Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Taij Sin Tjioe. Lam Boe Mo Ho
Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Taij Beng Tjioe. Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po
Lo Bit, Sie Boe Siang Tjioe. Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Boe
Teng Teng Tjioe.
.
Terjemahan:
Namo Maha Prajnaparamita adalah mantra kekuatan agung. Namo Maha
Prajnaparamita adalah mantra kegemilangan agung. Namo Maha
Prajnaparamita adalah mantra tiada yang melebihinya. Namo Maha
Prajnaparamita adalah mantra yang tiada menyamainya.
Cara
baca lafal Mandarin: Namo cing kuang pi mi fo. Fa jang fo. Se ce hou
sen cu yu wang fo. Fo kao su mi teng wang fo. Fa hu fo.
.
Hokkian:
Lam Boe Tjeng Kong Pie Bit Hoet. Hoat Tjong Hoet. See Tjoe Kong Hoet.
Tjiak Joe Ong Hoet. Hoet Sie Mie Teng Ong Hoet. Hoat Hok Hoet.
.
Terjemahan:
Namo Buddha Kegemilangan Jernih Nan Paling Rahasia. Buddha
Perbendaharaan Dharma. Buddha Raja Auman Singa Sangat Cepat. Buddha
Gunung Sumeru nan Tinggi Yang Dibabarkan Buddha. Buddha Pelindung Dharma
(Dharmapala).
Cara
baca lafal Mandarin: Cin kang jang se ce yu si fo. Pao seng fo. Sen
dung fo. Yao se liu li kuang wang fo. Bu kuang kung te san wang fo. San
cu kung te pao wang fo. Kuo chi ji fo.
.
Hokkian:
Kim Kong Tjong Soe Tjioe Joe Hie Hoet. Po Sin Hoet. Pin Tong Hoet. Jok
Soe Lioe Lie Kong Hoet. Pou Kong Kong Tek San Ong Hoet. Sian Tjioe Kong
Tek Po Ong Hoet. Ko Ki Ki Hoet.
.
Terjemahan:
Buddha Perbendaharaan Vajra Singa Yang Berjalan Ke mana-mana. Buddha
Kejayaan Nan Berharga. Buddha Kekuatan Ajaib. Buddha Raja Pengobatan
Kristal nan Jernih. Buddha Raja Cahaya dan Pahala Kebajikan Memancar ke
Seluruh Penjuru. Buddha Raja Permata Kebaikan dan Pahala Kebajikan.
Tujuh Buddha Masa lalu.
Cara
baca lafal Mandarin: Wei lai sien cie jien fo. Jien u pai fo. Wan u
jien fo. U pai hua seng fo. Pai i cin kang jang fo. Ting kuang fo. Liu
fang liu fo ming hao.
.
Hokkian:
Bi Laij Kian Kiap Tjian Hoet. Tjian Ngo Pek Hoet. Ban Ngo Tjian Hoet.
Ngo Pek Hoat Seng Hoet. Pek Ek Kwie Kong Tjong Hoet. Teng Kong Hoet.
Liok Hong Liok Hoet Beng Ho.
.
Terjemahan:
Seribu Buddha yang akan datang selama Kalpa Keberuntungan
(Bhadrakalpa). Seribu lima ratus Buddha. Lima belas ribu Buddha. Lima
Ratus Buddha Kejayaan. Seratus juta Buddha Perbendaharaan Vajra. Buddha
Dipamkara. Berikut ini adalah nama-nama Buddha di enam penjuru.
Cara
baca lafal Mandarin: Tung fang pao kuang ye tien ye miao cuen in wang
fo. Nan fang su ken hua wang fo. Si fang cao wang sen tung yen hua wang
fo. Pei fang ye tien jing cing fo. Sang fang u su cing cin pao sou fo.
Sia fang san ci ye in wang fo.
Hokkian:
Tong Hong Po Kong Goat Tian Goat Biauw Tjoen Im Ong Hoet. Lam Hong Sie
Kin Hoa Ong Hoet. See Hong Tjo Ong Sin Tong Ham Hoa Ong Hoet. Pak Hong
Goat Tian Tjeng Tjeng Hoet. Siang Hong Boe Sou Tjeng Tjin Po Sioe Hoet.
Hee Hong Siang Siok Goat Im Ong Hoet.
.
Terjemahan:
Di penjuru timur Buddha Raja Kegemilangan Mestika Istana Rembulan Suara Mulia Sejati Rembulan.
Di penjuru selatan Buddha Raja Akar Pohon Bunga.
Di penjuru barat Buddha Raja Pembersih Raja Kekuatan Ajaib Bunga Menyala.
Di penjuru utara Buddha Istana Kemurnian Rembulan.
Di penjuru atas Buddha Permata Mahkota Kejernihan Yang Tiada Terhitung.
Di penjuru bawah Buddha Raja Suara Kebaikan Ketenangan Rembulan.
Cara
baca lafal Mandarin: Cung yang i cie cung seng. Cai fo se cie cung ce.
Sing cu u ti sang. Ci cai si gong cung. Ce yu wu i cie cung seng. Ke
ling an wen siu si. Cou ye siu ce. Sin jang ciu sung ce cing. Neng mie
seng se gu. Siao cu cu tu hai.
.
Hokkian:
Tiong Jang It Tjiat Tjiong Seng. Taij Hoet Sie Kaij Tjia Heng Tjoe Ie
Te Siang. Kip Tjaij Hie Kong tiong. Tjoe Joe Ie Tjiat Tjiong Seng. Kok
Leng An In Hioe Sit. Tioe Ja Sioe Ti. Lim Siang Kia Song Tjoe Keng Leng
Biat Seng See Kou. Siauw Hok Ie Tok Haij.
.
Terjemahan:
Seluruh makhluk yang berada di Jambudvipa (dunia) ataupun di Tanah
Buddha. Baik bergerak di muka bumi atau di angkasa. Mencurahkan belas
kasih pada semua makhluk. Melimpahkan kedamaian beserta ketenangan pada
mereka, sehingga baik siang dan malam dapat melatih diri. Dengan sepenuh
hati melafalkan sutra ini, dapat membebaskan diri dari segenap
penderitaan akibat kelahiran dan kematian. Menyirnakan segenap
penderitaan.
.
那摩大明觀世音。觀明觀世音。高明觀世音。開明觀世音。
Mandarin: Nà mó dàmíng guānshìyīn. Guān míng guānshìyīn. Gāomíng guānshìyīn. Kāimíng guānshìyīn.
Cara baca lafal Mandarin: Na mo ta ming kuan se in. Kuan ming kuan se in. Kao ming kuan se in. Gai ming kuan se yin.
.
Hokkian: Nah Moo Taij Beng Kwan Sie Im, Kwan Beng Kwan Sie Im. Ko Beng Kwan Sie Im. Kaij Beng Kwan Sie Im.
.
Terjemahan:
Namo Bodhisattva Avalokitesvara Kegemilangan Agung. Bodhisattva
Avalokitesvara Pendengar Agung. Bodhisattva Avalokitesvara Yang Paling
Gemilang. Bodhisattva Avalokitesvara Pembuka Kegemilangan.
Cara
baca lafal Mandarin: Yao wang bu sa. Yao sang bu sa. Wen su se li bu
sa. Bu sien bu sa. Si gong jang bu sa. Ti jang bu sa. Jing liang pao san
i wan bu sa. Bu kuang ru lai hua seng bu sa. Nien nien sung ce cing. Ji
fo se cuen. Ci suo cou ye:
.
Hokkian:
Jo Ong Pou Sat. Jo Siang Pou Sat. Boen Tjoe Sioe Lie Pou Sat. Pau Hian
Pou Sat. Hi Kong Tjong Pou Sat. The Tjong Ong Pou Sat. Tjeng Liang Pe
San It Ban Pou Sat. Pou Kong Ong Djie Laij Hoa Sin Pou Sat. Liam Liam
Siong Tjoe Keng. Tjit Hoet Sie Tjoen Tjek Soat Tjioe Wat.
.
Terjemahan:
Bodhisattva Bhaisajyaraja. Bodhisattva Bhaisajayasamudgata. Bodhisattva
Manjushri. Bodhisattva Samantabhadra. Buddhisattva Akasagarbha.
Bodhisattva Kshitigarbha. Sepuluh ribu Bodhisattva Kesejukan Gunung
Mestika. Bodhisattva Mulia Raja Tathagata Cahaya Memancar Ke mana-mana.
Senantiasa membaca Sutra ini. Berikut ini adalah mantra Tujuh Buddha:
Cara baca lafal Mandarin: Ceng ming si cie duo. Ruo yu ce hui ce. In cin wei cie duo.
.
Hokkian: Tjeng Beng Sit Kaij Toat. Djiat Joe Hok Pok Tjia. In Kim Wie Kap Soat.
.
Terjemahan:
Jika menyerukan nama Mereka akan mendapatkan pembebasan. Apabila
memiliki kebijaksanaan dan melatih kesadaran pikiran akan memperoleh
pembebasan.
Cara baca lafal Mandarin: Hue nu seng huan si. Se ce pian ceng huo. Mo yen ce se si. Cu fo pu wang suo.
.
Hokkian: Hwi No Seng Hwan Hie. Soe Tjia Pian Seng Hoat. Bok Gan Tjoe Sie Hin. Tjoe Hoet Poet Bong Soat.
.
Terjemahan:
Kemarahan akan berbalik menjadi suka cita. Kematian berbalik menjadi
kehidupan. Janganlah beranggapan bahwa kata-kata ini hanyalah kosong
belaka. Semua Buddha tiadalah berdusta.
Terjemahan:
Melafalkannya hingga seribu kali. Segenap kejahatan berat dapat
disirnakan. Orang yang hanya sedikit keberuntungan tiadalah akan
mempercayainya. [Marilah] dengan sepenuh hati melafalkan Sutra ini.
.
念八大菩薩名號
Melafalkan nama Delapan Bodhisattva.
.
南無觀世音菩薩摩訶薩
Námó guānshìyīn busàmó hē sà
Lam Boe Kwan Sie Im Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Avalokitesvara Bodhisattva Mahasattva.
.
南無彌勒菩薩摩訶薩
Námó mílè púsà mó hē sà
Lam Boe Mie Lek Pou Sat Mo Ho Sat
Namo Maitreya Bodhisattva Mahasattva.
.
南無虛空藏菩薩摩訶薩
Námó xūkōng cáng púsà mó hē sà
Lam Boe Hie Kong Tjong Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Akasagarbha Bodhisattva Mahasattva.
.
南無普賢菩薩摩訶薩
Námó pǔ xián púsà mó hē sà
Lam Boe Po Hian Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Samantabhadra Bodhisattva Mahasattva.
.
南無金剛手菩薩摩訶薩
Námó jīngāng shǒu púsà mó hē sà
Lam Boe Kim Kong Tjoe Pou Sat Mo Ho Sat
Namo Vajrapani Bodhisattva Mahasattva.
.
南無妙吉祥菩薩摩訶薩
Námó miào jíxiáng púsà mó hē sà
Lam Boe Biau Kit Siang Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Manjushri Bodhisattva Mahasattva.
.
南無除蓋障菩薩摩訶薩
Námó chú gài zhàng púsà mó hē sà
Lam Boe Tie Kaij Tjiang Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Sarvanirvarana Viskambhin Bodhisattva Mahasattva.
Buku
ini membahas mengenai seluk beluk Kelenteng Tiao Kak Sie di Cirebon.
Berikut ini adalah uraian mengenai waktu dibangunnya kelenteng:
.
“Sjahdan
maka tidaklah ada soerat-soerat atau tjerita-tjerita jang mengabarkan
waktoe kelenting itoe dibangoenkan. Tahoen jang terlama tertoelis
didalamnja jaitoe tahoen 1658. Tahoen itu tertoelis pada doea boeah
papan ketjil “paai” namanja, jang berisi pepatah atau peri basa
pendek-pendek akan djadi kehormatan bagi dewa-dewa. Biasanja pada “paai “
itoe tertoelis disebelah kiri dibawah nama orang jang memberikan dan
sebelah kanan tahoen pemberian itoe. “Paai” jang hamba seboetkan diatas
itoe letaknja sekarang didinding belakang dan diatas tempat poedjaan
sebelah roesoek,..........
Pada
tahoen 1658 roepanja telah adalah kelenting itoe, tetapi waktoe orang
mendirikannja tiadalah terseboet dimana-mana. Hanja jang ada tertoelis
waktoe-waktoe orang memperbaiki kelenting itoe, jaitoe pada tiga boeah
toelisan: pada tahoen 1791, 1829, dan 1889...” (halaman 5).
Selanjutnya terdapat pula uraian mengenai masing-masing bagian kelenteng ini.